Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Seperti apa cara berpuasa bagi ibu menyusui?

  


cara berpuasa bagi ibu menyusui


Seperti apa cara berpuasa bagi ibu menyusui? Hai sahabat Mevlana, Saat ini, kita telah memasuki bulan Ramadhan. Sudahkah kamu melakukan persiapan? Tentu kamu merasa bahagia menyambut bulan yang penuh rahmat dan ampunan ini 🥰. Sebagai umat Muslim, bulan ini penuh dengan kebaikan, dan kita semua berlomba-lomba memperbanyak ibadah karena pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT, MasyaAllah.

 

Persiapan menyambut bulan Ramadhan sangatlah penting, terutama persiapan fisik. Sebagai umat Muslim, kita diwajibkan untuk berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Namun, bagi ibu menyusui, seringkali berpuasa dapat menjadi masalah. Beberapa ibu menyusui memilih untuk tidak berpuasa terlebih dahulu karena mempertimbangkan kesehatan bayi atau dirinya sendiri. Meskipun keputusan tersebut diperbolehkan dalam hukum Fiqih tentang qodho dan pembayaran fidyah, namun tidak sedikit ibu yang memilih tetap berpuasa dengan harapan tidak lagi memiliki hutang puasa di masa depan dan merasa mampu berpuasa di bulan Ramadhan.

 
Bolehkah ibu yang sedang menyusui berpuasa?

 

Puasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi seluruh umat muslim. Perintah ini langsung dari Allah SWT. Di sisi lain, menyusui juga kewajiban ibu terhadap amanah yang diberikan Allah SWT. Jadi, baik puasa atau pun menyusui keduanya adalah dari Allah. Allah yang memerintahkan puasa maka Allah yang akan memberi kekuatan, dan insya Allah mampu melaksanakannya. Sedangkan menyusui juga perintah Allah dimana yang memberikan air susu melimpah juga Allah SWT. Jadi, jika kedua nya sama sama dari Allah maka tidak perlu ragu untuk berpuasa saar menyusui, karena pasti akan Allah mudahkan.

Sehingga, apabila muncul pertanyaan bolehkah ibu yang sedang menyusui berpuasa? Maa jawabannya adalah BOLEH. Dengan catatan beberapa pertimbangan berikut :

-         -- Ibu dan bayi dalam keadaan sehat

-          --Tidak berpengaruh dengan produksi ASI

-          -- Kebutuhan nutrisi ibu dan bayi tetap tercukupi selama ibu berpuasa

-          -- Tidak mengakibatkan fatal baik  pada ibu dan bayi

Mengingat kondisi tubuh setiap orang berbeda-beda, maka perlunya beberapa persiapan baik secara mental maupun persiapan fisik bagi ibu menyusui saat berpuasa sangat lah penting. Karena tidak boleh hanya tawakkal , tapi berikhtiar juga wajib.

 

Bagaimana cara agar ibu menyusui bisa berpuasa?

 

Jika seorang ibu menyusui memutuskan untuk berpuasa, maka ia harus memastikan bahwa kebutuhan nutrisi dan hidrasi bayi tetap terpenuhi. Sebaiknya, seorang ibu menyusui berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum memutuskan untuk berpuasa.

Ada beberapa tips yang dapat dipraktekkan oleh ibu menyusui saat berpuasa. Apa saja yaa.. ?

 

1.        Memastikan bahwa ibu mengonsumsi makanan yang cukup pada saat berbuka dan sahur. Ini harus mencakup makanan yang sehat dan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, sumber protein, dan karbohidrat kompleks.

2.     Minum banyak air untuk memastikan terhidrasi dengan baik. Seorang ibu menyusui harus minum setidaknya 8-10 gelas air setiap hari.

3.     Jangan menjalani puasa yang terlalu lama atau berat. Sebaiknya, ibu menyusui memilih puasa yang lebih ringan atau memilih untuk tidak berpuasa jika kondisi kesehatannya memang tidak memungkinkan.

4.     Jika memungkinkan, hindari aktivitas fisik yang berat selama puasa untuk mengurangi kelelahan dan dehidrasi.

5.     Hal terpenting adalah memastikan kesehatan bayi tetap terjaga. Jika bayi terlihat tidak nyaman atau merasa lapar atau kehausan, ibu harus memberinya ASI atau makanan lain sesuai dengan usianya.

 

 

Apa yang terjadi jika ibu menyusui berpuasa?

 

Jika seorang ibu menyusui memutuskan untuk berpuasa, penting untuk memperhatikan asupan makanan dan cairan yang cukup untuk menjaga kesehatan dan produksi ASI yang optimal.

Mekanisme tubuh saat berpuasa melibatkan sejumlah perubahan fisiologis dalam tubuh. Mekanisme tubuh saat berpuasa beragam dan rumit. Penting untuk memahami bagaimana puasa mempengaruhi tubuh agar dapat memastikan kesehatan dan keamanan selama berpuasa.

Oleh karena itu penting memastikan kesehatan bayi ataupun diri ibu ketika sang ibu memutuskan untuk berpuasa.

Karena ada keringanan bagi  ibu menyusui untuk tidak berpuasa dengan alasan kesehatan dirinya, bayinya atau keduanya. Tentunya dengan menggantinya di bulan lain atau yang disebut qodho pasa dan dengan alasan tertentu juga harus membayar fidyah.

Ibu menyusui yang berpuasa sebaiknya memilih makanan yang seimbang dan bergizi, seperti buah-buahan, sayuran, protein, dan karbohidrat kompleks. Pastikan untuk makan sahur dan berbuka dengan makanan yang cukup, serta minum air yang cukup selama waktu yang diperbolehkan untuk minum.

Jika ibu menyusui merasa tidak nyaman atau khawatir tentang memproduksi ASI yang cukup selama berpuasa, maka ia bisa mempertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen atau makanan tambahan, seperti kurma atau susu, yang dapat membantu meningkatkan produksi ASI.

 

Apakah produksi ASI berkurang saat puasa?

 

Produksi ASI dapat berkurang saat seorang ibu sedang berpuasa, terutama jika tidak memperhatikan nutrisi dan hidrasi yang cukup. Namun, dengan perencanaan yang baik dan memenuhi kebutuhan nutrisi dan hidrasi, produksi ASI biasanya dapat dipertahankan selama puasa.

Selama puasa, tubuh mengalami perubahan fisiologis yang dapat mempengaruhi produksi ASI. Ketika tubuh mengalami defisit kalori, tubuh akan memprioritaskan kebutuhan energi untuk fungsi tubuh lainnya, seperti mengatur suhu tubuh, fungsi organ vital, dan aktivitas otak, daripada memproduksi ASI. Namun, dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang cukup selama waktu berbuka dan sahur, serta minum air yang cukup sepanjang hari, produksi ASI dapat dipertahankan.

Sebuah penelitian menemukan bahwa puasa Ramadan tidak memengaruhi kualitas ASI, meskipun volume ASI sedikit menurun selama puasa. Namun, penelitian ini memperlihatkan bahwa setelah puasa selesai dan ibu menyusui mulai makan dan minum secara normal, volume ASI kembali normal dalam waktu beberapa hari.

Produksi ASI (Air Susu Ibu) sebenarnya tidak berkurang secara langsung saat puasa. Namun, kondisi puasa bisa mempengaruhi kesehatan ibu menyusui dan pada akhirnya memengaruhi produksi ASI.

Selain itu, stres dan kelelahan juga dapat mempengaruhi produksi ASI. Jika ibu menyusui merasa terlalu lelah atau stres saat berpuasa, maka produksi ASI mungkin akan berkurang. Oleh karena itu, ibu menyusui sebaiknya juga memperhatikan kesehatan mental dan memastikan untuk mendapatkan cukup istirahat selama berpuasa.

Jika seorang ibu menyusui khawatir tentang produksi ASI selama puasa, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan nasihat dan saran yang sesuai dengan kebutuhan individu

 

 

Post a Comment for "Seperti apa cara berpuasa bagi ibu menyusui?"